SOP PERSIAPAN LAHAN
I. TUJUAN
Mendapatkan lahan yang siap tanam untuk tanaman kopi arabica organik
II. RUANG LINGKUP :
1.
Pembukaan
Lahan
2.
Penanaman
Pohon Pelindung
3.
Pembuatan
lubang tanam
III. ACUAN
Buku Petunjuk Tenis Budidaya Kopi
IV. LANGKAH-LANGKAH :
1.
Pembukaan
Lahan
a. Untuk lahan bekas ladang, dilakukan pembersihan terhadap
semak belukar dan alang-alang menggunakan parang, cangkul, garpu dan sekop
b. Untuk lahan hutan dilakukan penebangan pohon, pembersihan
alang-alang menggunakan kampak, parang, cangkul, garpu dan sekop. Pohon tidak dipotong semua, tetapi ditinggalkan
sebagian pohon yang bisa dijadikan sebagai pohon pelindung.
c. Pembersihan alang-alang dilakukan dengan pemotongan
menggunakan parang dan akarnya dibalik menggunakan cangkul, garpu dan sekop.
d. Pemotongan pohon dilakukan dengan menggunakan kampak, untuk
pohon besar menggunakan chainsaw
(mesin pemotong). Akar kayu dibongkar
menggunakan sekop, cangkul, garpu dan kampak.
e. Dilarang melakukan pembukaan lahan atau pembersihan lahan
dengan pembakaran atau menggunakan bahan kimia.
f. Mengumpulkan sisa-sisa tanaman hasil pembersihan lahan
untuk dibuat kompos.
2.
Penanaman Pohon Pelindung
a. Bagi lahan terbuka, yang tidak ada pohon pelindungnya
dilakukan penanaman pohon pelindung (Albasia, Kasuari, Wiki)
b. Jarak tanam pohon pelindung 5 m x 5 m.
c. Sambil menunggu pohon pelindung cukup besar, lahan dapat
ditanami tanaman lain seperti kacang-kacangan, jagung, pisang, lada cabe dll agar lahan tidak ditumbuhi oleh
gulma, alang-alang atau rumput.
3.
Pembuatan lubang tanam
a. Sebelum dibuat lubang tanam harus dibuat pengajiran dengan
kayu/bambu
b. Jarak antar ajir 2 m x 2,5 m
c. Dibuat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm untuk lahan
yang subur dan 30 cm x 30 cm untuk lahan yang kurang subur karena harus diberi
pupuk kompos.
SOP PEMBIBITAN
I. TUJUAN :
Untuk mendapatkan bibit kopi arabica organik yang baik dan siap tanam
II. RUANG
LINGKUP :
1.
Penyiapan bibit
2.
Persemaian
3.
Pemindahan Ke Polybag
4.
Pemeliharaan bibit dalam
polybag
III. DEFENISI :
IV. ACUAN
:
Buku Petunjuk Teknis
Budidaya Kopi.
V. LANGKAH-LANGKAH :
1.
Penyiapan bibit
- Mencari benih dari pohon induk
yang produksinya tinggi dan minimal sudah berumur 5 tahun. Benih yang digunakan
diambil dari buah yang tua, tidak terkena hama dan berukuran sedang,
menghindari buah yang kembar.
- Buah yang sudah dipilih dikupas
kulit luarnya menggunakan mesin pengupas kulit buah (mesin luwak). Selanjutnya buah yang dikupas dimasukan
dalam karung plastik selama ± 24 jam.
- Buah
kopi yang sudah disimpan dalam karung dicuci untuk menghilangkan lendirnya
menggunakan air bersih.
- Buah
kopi yang sudah dicuci diangin-anginkan ditempat yang teduh sampai kering ± 2
hari.
- Buah
yang sudah dikeringkan dimasukan ke dalam baskom berisi abu dapur dan
diaduk-aduk, setelah itu dimasukan dalam karung bersama abunya untuk mencegah
serangan jamur.
2.
Persemaian
- Menyiapkan lahan persemaian
dengan ukuran 3 m x 1 m untuk ± 1 kg
benih (± 2000 benih) untuk 1 Ha kebun kopi.
- Bedeng persemaian diolah
tanahnya sampai halus dengan arah utara selatan , dengan lebar bedeng 80 – 120
cm. Benih ditanam pada alur-alur sedalam
½ cm dengan jarak tebar 1 cm. Jarak antara antar alur 3 cm. Benih diletakkan di tanah dan bagian yang
rata menghadap bawah.
- Setelah disemai benih ditutup
dengan rumput secukupnya untuk menghindari gangguan hama.
-
Bedeng persemaian diberi
naungan setinggi ± 1,5 m. Naungan bisa dibuat dari kayu (tiangnya) dan rumput
atau alang-alang sebagai naungan. Apabila musim kemarau dilakukan penyiraman
sehari 2 kali (pagi dan sore). Apabila musim hujan, maka pinggiran
bedengan harus diberi parit untuk menghindari genangan air.
3.
Pemindahan Kedalam Polybag
-
Polybag
yang digunakan berukuran 20 cm x 25 cm x
0.07 cm
- Polybag
diisi dengan tanah subur ± ¾ bagian.
Apabila tidak ada tanah subur maka tanah harus dicampur dengan kompos.
-
Benih
yang disemai ± 3 minggu atau sudah keluar sepasang daun dipindahkan ke dalam
polybag yang sudah disiapkan.
- Polybag
disusun rapat (10 x 10 polybag) ditempat yang ternaungi disamping lokasi
persemaian. Intensitas cahaya ± 25% dan akan dikurangi secara bertahap
naungannya sampai bibit siap salur.
4.
Pemeliharaan bibit dalam
polybag
-
Pembersihan rumput-rumput yang
tumbuh disekitar bibit.
-
Penyiraman dilakukan apabila
musim kering ± 2 kali sehari (pagi dan sore)
-
Bibit siap salur kira-kira umur
± 8 bulan dan jumlah daun minimal 6 pasang.
SOP PENANAMAN
I. TUJUAN :
Menanan bibit kopi yang sehat dan siap tanam di lahan kebun.
II. RUANG LINGKUP :
1. Seleksi bibit
2. Penanaman
III. DEFINISI :
IV. ACUAN :
Buku Petunjuk Teknis Budidata Kopi
V. LANGKAH-LANGKAH
:
1. Seleksi
Bibit
- Dipilih
bibit yang berbatang lurus, daun hijau segar, minimal mempunyai 6 pasang daun,
tidak bercabang dan tidak terserang hama penyakit.
-
Bibit yang sudah diseleksi
dipindahkan ke kebun sejumlah kebutuhan.
2. Penanaman
- Penanaman dilakukan setelah
pohon pelindung siap, untuk pohon pelindung yang ditanam, kira-kira setelah
pohon pelindung berumur 1 tahun untuk tanaman albasia dan 2 tahun untuk tanaman wiki.
- Bibit yang akan ditanam dibuka
polybagnya secara hati-hati agar tanah tidak pecah
- Bibit siap dimasukan ke dalam
lubang tanam yang telah disiapkan.
- Dilakukan pembumbunan terhadap
bibit yang telah ditanam
- Dilakukan
penyiraman apabila musim kemarau.
SOP PEMELIHARAAN TANAMAN
BELUM MENGHASILKAN
I. TUJUAN :
Agar tanaman tumbuh subur dan tidak terganggu gulma.
II. RUANG LINGKUP :
1.
Pengendalian
gulma
2.
Penyulaman
3.
Penyiraman
4.
Pemupukan
III. DEFINISI
:
IV. ACUAN :
Buku Petunjuk Teknis Budidaya Kopi
VI. LANGKAH-LANGKAH
:
1.
Pengendalian gulma
-
Pembersihan
gulma dilakukan dengan menggunakan parang, sekop dan linggis. Linggis digunakan
untuk memindahkan batu-batuan
agar akar pohon dapat tembus kebawah.
- Hasil
pembersihan gulma diletakan dibawah tanaman kopi sebagai mulsa dan pupuk
organik.
- Pengendalian gulma tidak boleh
menggunakan bahan kimia.
2.
Penyulaman
- Apabila ada yang mati atau
kerdil (tumbuh tidak normal) maka dilakukan penyulaman
- Bibit yang digunakan untuk
menyulam merupakan sisa bibit yang belum ditanam.
-
Proses penanaman seperti
prosedur penanaman nomor B-3
3.
Penyiraman
- Penyiraman dilakukan apabila
musim kering atau pohon pelindung tidak ada atau tidak mampu melindungi
tanaman.
- Apabila
musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.
-
Penyiraman
dilakukan menggunakan gayung atau kaleng dan disiramkan keatas daun-daun
(rumput-rumputan) dibawah pohon.
4.
Pemupukan
-
Pemupukan
kimia sintetik tidak boleh dilakukan.
- Lahan
masih subur, sudah cukup dengan pemberian sisa tanaman, kulit luar buah kopi
dan sisa gulma hasil pembersihan dari kebun.
- Lahan
harus dibersihkan dari sampah-sampah non organik (plastik, kaleng dan
sebagainya).
SOP PEMELIHARAAN TANAMAN
YANG SUDAH MENGHASILKAN
I. TUJUAN :
Agar tanaman tumbuh subur dan tidak terserang OPT
dan produksinya tinggi
II. RUANG
LINGKUP :
1.
Pengendalian OPT
2.
Pemupukan
3.
Pemangkasan
4.
Pemeliharaan Pohon Pelindung
III. DEFINISI :
IV. ACUAN
:
Buku Petunjuk Teknis
Budidaya Kopi
V. LANGKAH-LANGKAH :
1.
Pengendalian OPT
- Pembersihan gulma dilakukan
dengan menggunakan parang, sekop, cangkul, garpu dan linggis. Linggis digunakan untuk memindahkan batu-batuan agar akar pohon dapat
tembus kebawah.
- Hasil
pembersihan gulma diletakan dibawah tanaman kopi sebagai mulsa dan pupuk
organik.
-
Pengendalian OPT tidak boleh
menggunakan bahan kimia.
-
Pengendalian hama penggerek
buah dilakukan dengan cara agen hayati berupa jamur Befaria bassiana yang disiapkan oleh Laboratorium Lapangan
Dinas Perkebunan.
-
Befaria bassiana dalam bentuk serbuk
dicampur dengan air sabun (dengan perbandingan 1 sendok jamur + 1 sendok
sabun dilarutkan dalam ± 12 liter
air/tangki). Larutan ini disemprotkan ke buah kopi muda yang
terserang hama. Satu Ha memerlukan 3 tangki larutan
tersebut.
2.
Pemupukan
-
Pemupukan
kimia sintetik tidak boleh dilakukan.
- Lahan
masih subur, sudah cukup dengan pemberian sisa tanaman, kulit luar buah kopi
dan sisa gulma hasil pembersihan dari kebun.
-
Lahan
harus dibersihkan dari sampah-sampah non organik (plastik, kaleng dan
sebagainya).
3.
Pemangkasan
- Pemangkasan
pertama dilakukan pada saat pohon kopi mencapai 1 m dan dipotong pada
ketinggian 80 cm. Kemudian dipelihara 1
tunas yang tumbuh keatas.
-
Pemangkasan
kedua dilakukan kira-kira 5 bulan kemudian pada saat tunas/pohon kopi yang
dipelihara sudah setinggi 120 – 140 cm.
Kemudian dipelihara 1 tunas yang tumbuh ke atas
- Pemangkasan
ketiga berikutnya dilakukan pada saat tunas/pohon kopi sudah setinggi 160 – 180
cm.
-
Pangkasan
pemeliharaan pada saat panen dengan cara menghilangkan cabang-cabang yang tidak
produktif (cabang tua yang telah berbuah 2 – 3 kali, cabang yang terserang hama
penyakit dan wiwilan/tunas air).
-
Cabang
yang telah berbuah 2 – 3 kali dapat dipelihara tetapi secara selektif.
-
Pemotongan
cabang dilakukan pada ruas cabang yang telah mengeluarkan tunas dan dekat
dengan batang.
4.
Pemeliharaan Pohon Pelindung
-
Percabangan
paling bawah dari tanaman pelindung diusahakan setinggi 1–2 m diatas tanaman
pokok, dengan tujuan sirkulasi udara lancar dan sinar matahari merata.
-
Dilakukan
penjarangan sistematis apabila tanaman kopi sudah saling menutup
SOP PEMANENAN
I. TUJUAN :
Memperoleh buah kopi sesuai standar petik merah.
II. RUANG LINGKUP :
1.
Penyiapan
Sarana dan Prasaran Pemanenan
2.
Pelaksanaan
Panen
3.
Pengumpulan
hasil panen
III. DEFINISI
:
IV. ACUAN :
Buku Petunjuk eknis Budidaya Kopi
V. LANGKAH-LANGKAH
:
1.
Penyiapan
Sarana dan Prasaran Pemanenan
- Untuk
pemetikan buah kopi diperlukan sarana : ember, karung, noken (tas)
- Sarana tersebut harus bersih dari kontaminasi
yang menurunkan nilai keorganikannya.
2.
Pelaksanaan
Panen
-
Pemetikan
dilakukan dengan cara memilih buah kopi yang merah.
-
Buah
kopi yang sudah dipetik diletakan didalam ember, setelah penuh dituang kedalam
noken atau kedalam karung.
3.
Pengumpulan
hasil panen
- Buah kopi yang sudah dipanen
dibawa ke mesin luwak untuk dikupas kulit merahnya.
- Selama ditempat pengumpulan
harus dijamin tidak terjadi kontaminasi yang menggagalkan nilai organik kopi
arabica.
SOP PENANGANAN
PASCA PANEN
I. TUJUAN :
Menghasilkan biji kopi tanduk yang baik
II. RUANG LINGKUP :
1.
Pengupasan Kulit Buah Kopi
Merah
2.
Fermentasi
3.
Penjemuran
4.
Pengupasan Kulit Tanduk
5.
Sortasi
6.
Pengemasan
7.
Penyimpanan
III. DEFINISI
:
IV. ACUAN :
Buku Petunjuk Teknis Budidaya Kopi
V. LANGKAH-LANGKAH
:
1.
Pengupasan
Kulit Buah Kopi Merah
- Pengupasan
ini memerlukan baskom untuk menampung biji kopi yang sudah terkupas dari kulit
merah.
- Buah
kopi yang sudah dikupas kulit merahnya dimasukan kedalam air untuk memisahkan
antara biji yang tenggelam (biji baik) dan biji yang terapung (biji
jelek). Biji
jelek dibuang.
-
Biji yang baik dimasukan ke
dalam karung yang bersih untuk difermentasi.
2.
Fermentasi
- Biji
kopi tanduk yang telah dimasukan ke dalam karung dibawa ke rumah masing-masing
dan ditempatkan diatas para-para, dan didiamkan selama ± 24 jam.
-
Selanjutnya
kopi dicuci berulang-ulang dengan air bersih untuk menghilangkan
lendir-lendirnya (sampai bersih).
3.
Penjemuran
-
Kopi
tanduk yang sudah dibersihkan dari lendir-lendirnya dijemur di atas terpal
secara merata dan diusahakan biji tidak boleh bertumpukan.
-
Dilakukan
pembalikan biji kopi yang dijemur pada siang hari.
-
Pada
sore hari biji kopi tanduk dimasukan ke dalam karung lagi.
-
Penjemuran
sebagaimana tersebut diatas dilakukan berulang-ulang selama 5 hari (kadar air
12 – 13%).
-
Selama
penjemuran harus dijamin tidak terjadi kontaminasi yang menyebabkan gagalnya
nilai organik biji kopi tanduk.
-
Untuk
mengetahui produksinya maka dilakukan penimbangan terhadap biji kopi tanduk
yang sudah kering.
4.
Pengupasan
Kulit Tanduk
- Biji
kopi tanduk sebelum dikupas kulit tanduknya ditimbang terlebih dahulu dan
dicatat.
-
Kopi
tanduk yang sudah kering, kulit tanduknya dikupas dengan menggunakan mesin
huller yang khusus hanya digunakan untuk pemecah kulit tanduk kopi organik.
-
Setelah
dikupas, biji kopi dimasukan ke dalam karung siap untuk disortasi.
-
Sebelum
disortasi, biji kopi beras ditimbang terlebih dahulu dan dicatat.
5.
Sortasi
- Biji
kopi yang sudah dibuang kulit tanduknya dimasukan ke dalam mesin sortasi, untuk
memisahkan masing-masing kelas (Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3), serta memisahkan
sisa-sisa kulit tanduk dan pecahan kopi.
-
Kelas
1 adalah biji kopi yang besar, Kelas 2 biji kopi yang sedang dan kelas 3 adalah
biji kopi yang kecil.
-
Sisa-sisa
kulit tanduk diayak (ditampi) menggunakan nyiru, sedangkan pecahan kopi
ditampung untuk dimanfaatkan lebih lanjut.
6.
Pengemasan
- Biji
Kopi Kelas 1, Kelas 2 dan Kelas 3 dicampur lagi dan dikemas kedalam karung goni
dengan berat bersih masing-masing 60 kg.
- Sebaiknya
pengemasan menggunakan double kemasan, dimana
kemasan pertama menggunakan plastik sebelum karung goni untuk
menghindari terjadinya kontaminasi dengan bahan lain seperti minyak, ketika
dilakukan pengangkutan, mengingat masih belum adanya alat transportasi yang
khusus untuk produk organik.
- Setelah
dikemas, dilakukan pelabelan sesuai aturan.
- Biji
kopi beras yang sudah dikemas dicatat jumlahnya termasuk sisanya yang tidak
cukup 60 Kg (1 kemasan).
-
Selama
pengemasan harus dijamin nilai keorganikan kopi tidak gagal, karyawan dilarang merokok diruang pengemasan.
7.
Penyimpanan
- Kopi
yang sudah dikemas dan dilabel disimpan ke dalam gudang dengan alas palet
-
Jarak
kemasan kopi dengan dinding minimal 40 cm
- Tumpukan
karung ke atas maksimal 6 karung, sedangkan baris sesuai dengan bentuk gudang.
-
Di
dalam gudang tidak boleh merokok.
- Gudang
harus bebas dari hama dan dipelihara ventilasi sehingga suhu dan kelembaban
udara tidak menurunkan kualitas kopi.
-
Dilakukan pencatatan stock .
Lampiran 1. Tabel Pencatatan Budidaya Tanaman Kopi Organik (Tanaman Belum Menghasilkan)
|
No.
|
Persemaian
|
Pembibitan
|
Penanaman
|
Pemeliharaan
|
|||||||
|
Tanggal
|
Jumlah
|
Tanggal
|
Jumlah
|
Luas Lahan
|
Tanggal
|
Jumlah Pohon
|
Pembersihan Gulma
|
Penyulaman
|
|||
|
|
|
|
|
|
|
|
Tanggal
|
Cara
|
Tanggal
|
Jumlah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Lampiran2. Tabel Pencatatan Budidaya Tanaman Kopi Organik (Tanaman Menghasilkan)
|
No.
|
Penanaman
|
Pemeliharaan
|
Prediksi Panen
|
Realisasi Panen
|
Penjualan
|
|||||||
|
Tahun
|
Luas Lahan
(Ha)
|
Jumlah Pohon
|
Tanggal (Pengendalian OPT, Pemangkasan,
Pemupukan)
|
Cara/Sarana
|
Periode Panen
(bulan)
|
Prediksi Panen (Kg)
|
Periode Panen
(bulan)
|
Jumlah
Panen (Kg)
|
Tanggal / Tujuan Pasar
|
Jumlah
(Kg)
|
Harga
(Rp)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar