Selasa, 14 Juni 2016

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SPO) Budidaya dan Penanganan Pasca Panen Kopi Arabica Organik



SOP PERSIAPAN LAHAN
                         
I.          TUJUAN

Mendapatkan lahan yang siap tanam untuk tanaman kopi arabica organik

II.        RUANG LINGKUP :

1.                  Pembukaan Lahan
2.                  Penanaman Pohon Pelindung
3.                  Pembuatan lubang tanam                   


III.       ACUAN

Buku Petunjuk Tenis Budidaya Kopi

IV.       LANGKAH-LANGKAH :

1.                  Pembukaan Lahan

a.         Untuk lahan bekas ladang, dilakukan pembersihan terhadap semak belukar dan alang-alang menggunakan parang, cangkul, garpu dan sekop
b.      Untuk lahan hutan dilakukan penebangan pohon, pembersihan alang-alang menggunakan kampak, parang, cangkul, garpu dan sekop.  Pohon tidak dipotong semua, tetapi ditinggalkan sebagian pohon yang bisa dijadikan sebagai pohon pelindung. 
c.         Pembersihan alang-alang dilakukan dengan pemotongan menggunakan parang dan akarnya dibalik menggunakan cangkul, garpu dan sekop.
d.       Pemotongan pohon dilakukan dengan menggunakan kampak, untuk pohon besar menggunakan chainsaw (mesin pemotong).  Akar kayu dibongkar menggunakan sekop, cangkul, garpu dan kampak.
e.     Dilarang melakukan pembukaan lahan atau pembersihan lahan dengan pembakaran atau menggunakan bahan kimia.
f.       Mengumpulkan sisa-sisa tanaman hasil pembersihan lahan untuk dibuat kompos.

2.                  Penanaman Pohon Pelindung

a.         Bagi lahan terbuka, yang tidak ada pohon pelindungnya dilakukan penanaman pohon pelindung (Albasia, Kasuari, Wiki)
b.         Jarak tanam pohon pelindung 5 m x 5 m.
c.         Sambil menunggu pohon pelindung cukup besar, lahan dapat ditanami tanaman lain seperti kacang-kacangan, jagung, pisang, lada  cabe dll agar lahan tidak ditumbuhi oleh gulma, alang-alang atau rumput.

3.                  Pembuatan lubang tanam

a.         Sebelum dibuat lubang tanam harus dibuat pengajiran dengan kayu/bambu
b.         Jarak antar ajir 2 m x 2,5 m
c.         Dibuat lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm untuk lahan yang subur dan 30 cm x 30 cm untuk lahan yang kurang subur karena harus diberi pupuk kompos.

SOP PEMBIBITAN

I.          TUJUAN :

Untuk mendapatkan bibit kopi arabica organik yang baik dan siap tanam

II.        RUANG LINGKUP :

1.                  Penyiapan bibit
2.                  Persemaian
3.                  Pemindahan Ke Polybag
4.                  Pemeliharaan bibit dalam polybag

III.       DEFENISI :

IV.       ACUAN :

Buku Petunjuk Teknis Budidaya Kopi.

V.        LANGKAH-LANGKAH :

1.                  Penyiapan bibit

-                Mencari benih dari pohon induk yang produksinya tinggi dan minimal sudah berumur 5 tahun. Benih yang digunakan diambil dari buah yang tua, tidak terkena hama dan berukuran sedang, menghindari buah yang kembar. 
-                 Buah yang sudah dipilih dikupas kulit luarnya menggunakan mesin pengupas kulit buah (mesin luwak). Selanjutnya buah yang dikupas dimasukan dalam karung plastik selama ± 24 jam.
-             Buah kopi yang sudah disimpan dalam karung dicuci untuk menghilangkan lendirnya menggunakan air bersih.
-              Buah kopi yang sudah dicuci diangin-anginkan ditempat yang teduh sampai kering ± 2 hari.
-                Buah yang sudah dikeringkan dimasukan ke dalam baskom berisi abu dapur dan diaduk-aduk, setelah itu dimasukan dalam karung bersama abunya untuk mencegah serangan jamur.
2.                  Persemaian

-                  Menyiapkan lahan persemaian dengan ukuran 3 m x 1 m untuk  ± 1 kg benih (± 2000 benih) untuk 1 Ha kebun kopi.
-                Bedeng persemaian diolah tanahnya sampai halus dengan arah utara selatan , dengan lebar bedeng 80 – 120 cm. Benih ditanam  pada alur-alur sedalam ½ cm dengan jarak tebar 1 cm. Jarak antara antar alur  3 cm.  Benih diletakkan di tanah dan bagian yang rata menghadap bawah. 
-                  Setelah disemai benih ditutup dengan rumput secukupnya untuk menghindari gangguan hama.
-                Bedeng persemaian diberi naungan setinggi ± 1,5 m. Naungan bisa dibuat dari kayu (tiangnya) dan rumput atau alang-alang sebagai naungan.  Apabila musim kemarau dilakukan penyiraman sehari 2 kali (pagi dan sore).  Apabila musim hujan, maka pinggiran bedengan harus diberi parit untuk menghindari genangan air.
3.                  Pemindahan Kedalam Polybag

-                      Polybag yang digunakan  berukuran 20 cm x 25 cm x 0.07 cm
-                    Polybag diisi dengan tanah subur ± ¾ bagian.  Apabila tidak ada tanah subur maka tanah harus dicampur dengan kompos.
-                Benih yang disemai ± 3 minggu atau sudah keluar sepasang daun dipindahkan ke dalam polybag yang sudah disiapkan.
-             Polybag disusun rapat (10 x 10 polybag) ditempat yang ternaungi disamping lokasi persemaian. Intensitas cahaya ± 25% dan akan dikurangi secara bertahap naungannya sampai bibit siap salur.

4.                  Pemeliharaan bibit dalam polybag

-                      Pembersihan rumput-rumput yang tumbuh disekitar bibit.
-                      Penyiraman dilakukan apabila musim kering ± 2 kali sehari (pagi dan sore)
-                      Bibit siap salur kira-kira umur ± 8 bulan dan jumlah daun minimal 6 pasang.
 
SOP PENANAMAN

I.          TUJUAN :

Menanan bibit kopi yang sehat dan siap tanam di lahan kebun.

II.        RUANG LINGKUP :

1.         Seleksi bibit
2.         Penanaman

III.       DEFINISI :

IV.       ACUAN :

Buku Petunjuk Teknis Budidata Kopi

V.        LANGKAH-LANGKAH :

1.         Seleksi Bibit

-             Dipilih bibit yang berbatang lurus, daun hijau segar, minimal mempunyai 6 pasang daun, tidak bercabang dan tidak terserang hama penyakit.
-                   Bibit yang sudah diseleksi dipindahkan ke kebun sejumlah kebutuhan.

2.         Penanaman

-             Penanaman dilakukan setelah pohon pelindung siap, untuk pohon pelindung yang ditanam, kira-kira setelah pohon pelindung berumur 1 tahun untuk tanaman albasia dan  2 tahun untuk tanaman wiki.
-              Bibit yang akan ditanam dibuka polybagnya secara hati-hati agar tanah tidak pecah
-                   Bibit siap dimasukan ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan.
-                   Dilakukan pembumbunan terhadap bibit yang telah ditanam
-                   Dilakukan penyiraman apabila musim kemarau.

SOP PEMELIHARAAN TANAMAN
BELUM MENGHASILKAN

I.          TUJUAN :

Agar tanaman tumbuh subur dan tidak terganggu gulma.

II.        RUANG LINGKUP :

1.                  Pengendalian gulma
2.                  Penyulaman
3.                  Penyiraman
4.                  Pemupukan

III.       DEFINISI :

IV.       ACUAN :

Buku Petunjuk Teknis Budidaya Kopi

VI.       LANGKAH-LANGKAH :

1.                  Pengendalian gulma

-               Pembersihan gulma dilakukan dengan menggunakan parang, sekop dan linggis.  Linggis digunakan untuk memindahkan batu-batuan agar akar pohon dapat tembus kebawah.
-             Hasil pembersihan gulma diletakan dibawah tanaman kopi sebagai mulsa dan pupuk organik.
-                  Pengendalian gulma tidak boleh menggunakan bahan kimia.

2.                  Penyulaman

-              Apabila ada yang mati atau kerdil (tumbuh tidak normal) maka dilakukan penyulaman
-            Bibit yang digunakan untuk menyulam merupakan sisa bibit yang belum ditanam.
-                      Proses penanaman seperti prosedur penanaman nomor B-3
 
3.                  Penyiraman

-                Penyiraman dilakukan apabila musim kering atau pohon pelindung tidak ada atau tidak mampu melindungi tanaman.
-                  Apabila musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.
-               Penyiraman dilakukan menggunakan gayung atau kaleng dan disiramkan keatas daun-daun (rumput-rumputan) dibawah pohon.

4.                  Pemupukan

-                      Pemupukan kimia sintetik tidak boleh dilakukan. 
-               Lahan masih subur, sudah cukup dengan pemberian sisa tanaman, kulit luar buah kopi dan sisa gulma hasil pembersihan dari kebun.
-                 Lahan harus dibersihkan dari sampah-sampah non organik (plastik, kaleng dan sebagainya).

SOP PEMELIHARAAN TANAMAN
YANG SUDAH MENGHASILKAN

I.          TUJUAN :

Agar tanaman tumbuh subur dan tidak terserang OPT dan produksinya tinggi

II.        RUANG LINGKUP  :

1.                  Pengendalian OPT
2.                  Pemupukan
3.                  Pemangkasan
4.                  Pemeliharaan Pohon Pelindung

III.       DEFINISI :

IV.       ACUAN :

Buku Petunjuk Teknis Budidaya Kopi

V.        LANGKAH-LANGKAH :

1.                  Pengendalian OPT

-                 Pembersihan gulma dilakukan dengan menggunakan parang, sekop, cangkul, garpu dan linggis.  Linggis digunakan untuk memindahkan batu-batuan agar akar pohon dapat tembus kebawah.
-                 Hasil pembersihan gulma diletakan dibawah tanaman kopi sebagai mulsa dan pupuk organik.
-                   Pengendalian OPT tidak boleh menggunakan bahan kimia.
-                   Pengendalian hama penggerek buah dilakukan dengan cara agen hayati berupa jamur Befaria bassiana yang disiapkan oleh Laboratorium Lapangan Dinas Perkebunan. 
-                Befaria bassiana dalam bentuk serbuk dicampur dengan air sabun (dengan perbandingan 1 sendok jamur + 1 sendok sabun  dilarutkan dalam ± 12 liter air/tangki).  Larutan ini disemprotkan ke buah kopi muda yang terserang hama. Satu Ha memerlukan 3 tangki larutan tersebut. 

2.                  Pemupukan

-                      Pemupukan kimia sintetik tidak boleh dilakukan. 
-                   Lahan masih subur, sudah cukup dengan pemberian sisa tanaman, kulit luar buah kopi dan sisa gulma hasil pembersihan dari kebun.
-                   Lahan harus dibersihkan dari sampah-sampah non organik (plastik, kaleng dan sebagainya).

3.                  Pemangkasan

-           Pemangkasan pertama dilakukan pada saat pohon kopi mencapai 1 m dan dipotong pada ketinggian 80 cm.  Kemudian dipelihara 1 tunas yang tumbuh keatas.
-             Pemangkasan kedua dilakukan kira-kira 5 bulan kemudian pada saat tunas/pohon kopi yang dipelihara sudah setinggi 120 – 140 cm.  Kemudian dipelihara 1 tunas yang tumbuh ke atas
-                Pemangkasan ketiga berikutnya dilakukan pada saat tunas/pohon kopi sudah setinggi 160 – 180 cm.
-                Pangkasan pemeliharaan pada saat panen dengan cara menghilangkan cabang-cabang yang tidak produktif (cabang tua yang telah berbuah 2 – 3 kali, cabang yang terserang hama penyakit dan wiwilan/tunas air).
-                   Cabang yang telah berbuah 2 – 3 kali dapat dipelihara tetapi secara selektif.
-              Pemotongan cabang dilakukan pada ruas cabang yang telah mengeluarkan tunas dan dekat dengan batang.

4.                  Pemeliharaan Pohon Pelindung

-                      Percabangan paling bawah dari tanaman pelindung diusahakan setinggi 1–2 m diatas tanaman pokok, dengan tujuan sirkulasi udara lancar dan sinar matahari merata.
-                    Dilakukan penjarangan sistematis apabila tanaman kopi sudah saling menutup

SOP PEMANENAN

I.          TUJUAN :

Memperoleh buah kopi sesuai standar petik merah.

II.        RUANG LINGKUP :

1.                  Penyiapan Sarana dan Prasaran Pemanenan
2.                  Pelaksanaan Panen
3.                  Pengumpulan hasil panen

III.       DEFINISI :

IV.       ACUAN :

Buku Petunjuk eknis Budidaya Kopi

V.        LANGKAH-LANGKAH :

1.                  Penyiapan Sarana dan Prasaran Pemanenan

-                  Untuk pemetikan buah kopi diperlukan sarana : ember, karung, noken (tas)
-      Sarana tersebut harus bersih dari kontaminasi yang menurunkan nilai keorganikannya.

2.                  Pelaksanaan Panen

-                      Pemetikan dilakukan dengan cara memilih buah kopi yang merah. 
-                      Buah kopi yang sudah dipetik diletakan didalam ember, setelah penuh dituang kedalam noken atau kedalam karung.

3.                  Pengumpulan hasil panen

-            Buah kopi yang sudah dipanen dibawa ke mesin luwak untuk dikupas kulit merahnya. 
-            Selama ditempat pengumpulan harus dijamin tidak terjadi kontaminasi yang menggagalkan nilai organik kopi arabica.

SOP PENANGANAN PASCA PANEN

I.          TUJUAN :

Menghasilkan biji kopi tanduk yang baik

II.        RUANG LINGKUP :

1.                  Pengupasan Kulit Buah Kopi Merah
2.                  Fermentasi
3.                  Penjemuran
4.                  Pengupasan Kulit Tanduk
5.                  Sortasi
6.                  Pengemasan
7.                  Penyimpanan

III.       DEFINISI :

IV.       ACUAN :

Buku Petunjuk Teknis Budidaya Kopi

V.        LANGKAH-LANGKAH :

1.                  Pengupasan Kulit Buah Kopi Merah

-             Pengupasan ini memerlukan baskom untuk menampung biji kopi yang sudah terkupas dari kulit merah. 
-             Buah kopi yang sudah dikupas kulit merahnya dimasukan kedalam air untuk memisahkan antara biji yang tenggelam (biji baik) dan biji yang terapung (biji jelek).  Biji jelek dibuang.
-                   Biji yang baik dimasukan ke dalam karung yang bersih untuk difermentasi.

2.                  Fermentasi

-           Biji kopi tanduk yang telah dimasukan ke dalam karung dibawa ke rumah masing-masing dan ditempatkan diatas para-para, dan didiamkan selama ± 24 jam.
-                Selanjutnya kopi dicuci berulang-ulang dengan air bersih untuk menghilangkan lendir-lendirnya (sampai bersih).

3.                  Penjemuran

-                Kopi tanduk yang sudah dibersihkan dari lendir-lendirnya dijemur di atas terpal secara merata dan diusahakan biji tidak boleh bertumpukan.
-                   Dilakukan pembalikan biji kopi yang dijemur pada siang hari. 
-                   Pada sore hari biji kopi tanduk dimasukan ke dalam karung lagi.
-               Penjemuran sebagaimana tersebut diatas dilakukan berulang-ulang selama 5 hari (kadar air 12 – 13%).
-               Selama penjemuran harus dijamin tidak terjadi kontaminasi yang menyebabkan gagalnya nilai organik biji kopi tanduk.
-              Untuk mengetahui produksinya maka dilakukan penimbangan terhadap biji kopi tanduk yang sudah kering.

4.                  Pengupasan Kulit Tanduk

-                Biji kopi tanduk sebelum dikupas kulit tanduknya ditimbang terlebih dahulu dan dicatat.
-                  Kopi tanduk yang sudah kering, kulit tanduknya dikupas dengan menggunakan mesin huller yang khusus hanya digunakan untuk pemecah kulit tanduk kopi organik.
-                   Setelah dikupas, biji kopi dimasukan ke dalam karung siap untuk disortasi.
-                   Sebelum disortasi, biji kopi beras ditimbang terlebih dahulu dan dicatat.

5.                  Sortasi

-              Biji kopi yang sudah dibuang kulit tanduknya dimasukan ke dalam mesin sortasi, untuk memisahkan masing-masing kelas (Kelas 1, Kelas 2, Kelas 3), serta memisahkan sisa-sisa kulit tanduk dan pecahan kopi.
-                      Kelas 1 adalah biji kopi yang besar, Kelas 2 biji kopi yang sedang dan kelas 3 adalah biji kopi yang kecil.
-                   Sisa-sisa kulit tanduk diayak (ditampi) menggunakan nyiru, sedangkan pecahan kopi ditampung untuk dimanfaatkan lebih lanjut.

6.                  Pengemasan

-               Biji Kopi Kelas 1, Kelas 2 dan Kelas 3 dicampur lagi dan dikemas kedalam karung goni dengan berat bersih masing-masing 60 kg.
-            Sebaiknya pengemasan menggunakan double kemasan, dimana  kemasan pertama menggunakan plastik sebelum karung goni untuk menghindari terjadinya kontaminasi dengan bahan lain seperti minyak, ketika dilakukan pengangkutan, mengingat masih belum adanya alat transportasi yang khusus untuk produk organik.
-                   Setelah dikemas, dilakukan pelabelan sesuai aturan.
-                  Biji kopi beras yang sudah dikemas dicatat jumlahnya termasuk sisanya yang tidak cukup 60 Kg (1 kemasan).
-              Selama pengemasan harus dijamin nilai keorganikan kopi tidak gagal,  karyawan dilarang merokok diruang pengemasan.

7.                  Penyimpanan

-                 Kopi yang sudah dikemas dan dilabel disimpan ke dalam gudang dengan alas palet
-                    Jarak kemasan kopi dengan dinding minimal 40 cm
-                  Tumpukan karung ke atas maksimal 6 karung, sedangkan baris sesuai dengan bentuk gudang.
-                      Di dalam gudang tidak boleh merokok.
-                Gudang harus bebas dari hama dan dipelihara ventilasi sehingga suhu dan kelembaban udara tidak menurunkan kualitas kopi.
-                      Dilakukan pencatatan stock .

Lampiran 1.     Tabel Pencatatan Budidaya Tanaman Kopi Organik (Tanaman Belum Menghasilkan)


No.
Persemaian
Pembibitan
Penanaman
Pemeliharaan
Tanggal
Jumlah
Tanggal
Jumlah
Luas Lahan
Tanggal
Jumlah Pohon
Pembersihan Gulma
Penyulaman







Tanggal
Cara
Tanggal
Jumlah
































































































Lampiran2.      Tabel Pencatatan Budidaya Tanaman Kopi Organik (Tanaman Menghasilkan)


No.
Penanaman
Pemeliharaan
Prediksi Panen
Realisasi Panen
Penjualan
Tahun
Luas Lahan
(Ha)
Jumlah Pohon
Tanggal (Pengendalian OPT, Pemangkasan, Pemupukan)
Cara/Sarana
Periode Panen
(bulan)

Prediksi Panen (Kg)
Periode Panen
(bulan)
Jumlah
Panen (Kg)
Tanggal / Tujuan Pasar
Jumlah
(Kg)
Harga
(Rp)



























































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar